Teknologi

Proyek Palapa Ring Timur Dibagi Dua, Ini Alasannya

Administrator | Sabtu, 11 Juni 2016 - 08:20:28 WIB | dibaca: 6980 pembaca

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menjelaskan program Palapa Ring di kantor Kompas.com, Kamis (17/3/2016)

JAKARTA, Pemerintah mengubah skema proyek Palapa Ring untuk Paket Timur (Papua, Papua Barat, NTT, Maluku). Jika sebelumnya terhitung dalam satu daerah, paket tersebut kini dibagi menjadi dua wilayah, yakni timur bagian atas dan timur bagian bawah.

Hal ini bersumbu pada kondisi geografis Papua yang didominasi darat (inland), sehingga penerapan kabel optik di bawah laut menjadi sulit. Sementara itu, pengadaan di daerah Maluku dianggap lebih mudah.

Maka, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, pembagian tersebut dilakukan untuk menjamin Paket Timur terus berjalan. Pemerintah tak ingin kompleksitas di Papua berpengaruh pada Maluku.

Baca: XL Berminat Garap Palapa Ring Paket Timur

"Solusi inland di Papua lebih sulit dibandingkan Maluku. Ketidakpastian di Papua lebih tinggi. Makanya harus dibagi supaya jalan terus," kata Rudiantara, usai memberi sambutan pada pameran tahunan Indonesia Cellular Show 2016, Kamis (2/6/2016) di JCC, Senayan.

Meski pengerjaan dibagi dua paket, pemenang proyek nantinya hanya ada satu. Diketahui, ada tiga konsorsium peserta tender yang mengajukan diri, yakni konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom, kosorsium XL-Indosat-Alita, dan PT Telkom.

Baca: 7 Perusahaan Minati Palapa Ring Paket Timur

Bersinergi dengan Kementerian PU

Untuk memecahkan masalah geografis di Papua, Menkominfo menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang sedang membangun jalan Trans Papua. Rencananya, pemenang tender Palapa Ring Paket Timur akan membangun sebuah saluran alias ducting di sepanjang Trans Papua itu.

Ducting tersebut akan ditempati kabel optik. Dengan kata lain, pengerjaan Palapa Ring di Papua akan paralel dengan proyek jalan raya Trans Papua.

"Kementerian PU bangun jalan, kami bikin ducting di sebelahnya. Bukan cuma sama PU, tapi juga Bappenas. Ini semua untuk membangun Papua," ia menuturkan.

Sekadar informasi, proyek Palapa Ring Paket Timur membutuhkan dana paling besar dibandingkan Paket Barat dan Paket Tengah. Dana 80 persen pengerjaan Paket Tengah ditaksir sekitar Rp 790 miliar. Sementara Paket Timur ancang-ancangnya butuh belanja modal Rp 5 triliun. Pembangunaan kabel optik mayoritas di laut, yakni seluas 80 persen, sisanya yang 20 persen ada di darat.

Peserta tender Palapa Ring Paket Timur diberikan tenggat waktu hingga 31 Mei 2016 lalu untuk menyerahkan dokumen. Pengumuman pemenang tender Palapa Ring Timur akan disampaikan 20 Juni mendatang.










Komentar Via Website : 519
Pengobatan Tradisional Insomnia
29 November 2016 - 14:58:55 WIB
tetap semangat ya min untuk terus memberikan berita yang informatif dan selalu terdepan | https://goo.gl/Lv8gqF |
Obat Herbal Infeksi Vagina
30 November 2016 - 13:27:51 WIB
semangat terus ya kak buat ngasih berita yang informatif seperti ini :) | https://goo.gl/AU5u01 |
Obat Herbal Infeksi Kulit
03 Desember 2016 - 08:54:20 WIB
Yang terbaik selalu saya dapatkan disini... Thanks for news | https://goo.gl/ZdSg9O | https://goo.gl/yW5Xls | https://goo.gl/7PdhPb | https://goo.gl/1sr7YK |
Cara Mengatasi Sindrom Nefrotik
03 Desember 2016 - 13:34:30 WIB
barita yang informatif. Ditunggu berita lainnya | https://goo.gl/cxKVrf | https://goo.gl/yslukn |
Herpes Simpleks Tipe 1
05 Desember 2016 - 08:34:04 WIB
Terima kasih sudah memberikan berita yang informatif sekali... Sukses terus | https://goo.gl/qzQ5r0 | https://goo.gl/qensRa | https://goo.gl/kRB7rU | https://goo.gl/h0pgxv |
Gejala Awal Penyakit Infeksi Kulit
07 Desember 2016 - 08:50:13 WIB
Ditunggu berita yang tidak kalah informatifnya dari ini | https://goo.gl/dn5JFI |
Pantangan Penyakit Kelenjar Getah Bening
07 Desember 2016 - 14:26:11 WIB
jangan menyerah dengan keadaan. Semuanya akan membaik kembali | https://goo.gl/y1aj6y |


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)