Jokowi JK

Meski Dilanda Teror, Jokowi Tak Pakai Rompi Anti Peluru Saat Kunjungi Afghanistan

Administrator | Rabu, 31 Januari 2018 - 10:49:03 WIB | dibaca: 2958 pembaca

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Senin 29 Januari 2018 pukul 11.40 Waktu Setempat (WS) atau 14.10 WIB.

JAKARTA - Serangan aksi teror bom di Afghanistan, tak menyurutkan niat Presiden Joko Widodo bersama rombongan berkunjung ke negara tersebut.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Presiden Johan Budi, Presiden Jokowi ingin menunjukkan komitmen Pemerintah Indonesia kepada seluruh dunia, untuk ikut mengambil bagian dalam perdamaian di Afghanistan.

"Di sisi lain, pernah juga Presiden Afghanistan berkunjung ke sini (Indonesia), yang kemudian mereka mengusulkan Indonesia menjadi tempat berkumpulnya ulama internasional. Komitmen ini tidak menghalangi keinginan Presiden ke Afghanistan, meskipun suasana di sana lagi kacau dari sisi keamanan," tutur Johan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Dengan kondisi Afghanistan yang penuh dengan teror, menurut Johan, pihak pemerintah di sana telah menyiapkan berbagai pasukan dan alat keamanan untuk melindungi Jokowi, seperti mobil anti peluru dan rompi anti peluru.

Namun, rompi anti peluru yang disiapkan pihak Afghanistan tidak selalu dipakai Jokowi saat melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di negara tersebut, termasuk di salah satu pasar di Afghanistan.

"Ada pas kunjungan (Presiden) tidak pakai (rompi anti peluru). Saya tidak ikut, tapi saya baca di perbincangan (grup WA), pas kunjungan ke pasar kalau tidak salah," ungkap Johan.

Kenekatan Jokowi tidak memakai anti peluru, kata Johan, bukan merupakan aksi jago-jagoan ataupun tidak peduli dengan keselamatan dirinya. Tetapi, Johan menilai Jokowi ingin menunjukkan kepada dunia internasional, tidak perlu takut terhadap teror-teror pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Ingat tidak waktu peristiwa bom Thamrin (Jakarta)? Sebenarnya dilarang juga oleh pembantunya (para menteri) untuk hadir, tapi Pak Presiden ingin selalu dekat dengan rakyatnya, ingin menunjukkan bahwa kita tidak boleh takut oleh teror, demikian juga di Afghanistan," papar Johan.

Sikap Jokowi yang bersikeras tetap ke Afghanistan‎, kata Johan, sebenarnya sangat dikhawatirkan seluruh pembantu presiden, termasuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), di mana satu hari sebelum mendarat di Afghanistan, terjadi teror bom yang banyak menewaskan orang di sana.

"Anda bisa membayangkan bagaimana suasana psikologi pembantu presiden, ini kan keamanan penting sekali buat kepala negara. Tentu kekhawatiran itu ada, terutama Paspampres pasti ekstra keras," beber Johan.

Keberadaan Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo‎ di Kabul, Afghanistan, tidak kurang dari enam jam. Presiden tiba pada Senin (29/1/2018) sekitar pukul 11.40 waktu setempat, dan meninggalkan Kabul pada 17.25 waktu setempat.

tribunnewscom

 

 










Komentar Via Website : 83
bit.ly/2QtjQmI
14 September 2018 - 15:29:12 WIB
Terimakasih informasinya gan, ditunggu informasi selanjutnya
http://bit.ly/2QtjQmI
obatmataminus.ldwalatra.com/
15 September 2018 - 10:00:20 WIB
Informasi yang anda sajikan sangat bagus, ditunggu informasi selanjutnya, jangan lupa kunjungi website kami
http://obatmataminus.ldwalatra.com/
bit.ly/2My7INX
15 September 2018 - 14:44:39 WIB
Terimakasih informasinya gan, sukses terus buat informasinya
http://bit.ly/2My7INX
Awal Kembali...789 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)