Telekomunikasi

Bayar Rp 1 Triliun demi Frekuensi, Mahal atau Murah?

Administrator | Senin, 23 Oktober 2017 - 17:34:49 WIB | dibaca: 380 pembaca

Jakarta - Jika tak ada aral melintang, hampir bisa dipastikan Telkomsel akan menjadi pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz dengan harga penawaran Rp 1,007 triliun.

Jika pekan ini pemerintah sudah mengeluarkan surat penetapan pemenang lelang, maka Telkomsel sudah dapat segera memanfaatkan spektrum selebar 30 MHz di rentang frekuensi tersebut.

Namun ada yang menilai harga lelang frekuensi yang harus dibayarkan oleh Telkomsel terbilang mahal. Pasalnya, harga penawaran yang dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika semula hanya Rp 366 miliar.

Sedangkan Telkomsel menawarnya Rp 1,007 triliun, lebih tinggi Rp 636 miliar dari harga yang dibuka di awal. Kemahalan? Bisa iya, bisa tidak. Sepintas memang kelihatannya mahal. Tapi kalau menurut pengamat ekonomi yang satu ini, justru murah. Kok bisa?



Menurut Kahlil Rowter, pengamat ekonomi dan Chief Economist dari Danareksa, harga lelang frekuensi radio 2.3 GHz yang dimenangkan oleh Telkomsel masih terbilang wajar dan relatif murah untuk ukuran kondisi frekuensi langka saat ini.

Ia menilai kebutuhan akan frekuensi radio bagi perusahaan telekomunikasi sangatlah besar. Terlebih lagi frekuensi yang dilelang oleh Kominfo merupakan sumberdaya terbatas dan merupakan kanal terakhir yang tersedia di 2.3 GHz.

Itu sebabnya, Kahlil optimistis, dengan menggeluarkan dana Rp 1 triliun untuk mendapatkan 30 MHz, maka potensi pendapatan Telkomsel di kemudian hari akan jauh lebih mengingkat.

"Saya optimistis, mungkin dalam waktu beberapa tahun saja Telkomsel sudah dapat balik modal. Sehingga masih masuk akal harga lelang yang dimenangkan oleh Telkomsel," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/10/2017).



"Jika dihitung secara cermat maka biaya frekuensi yang dikeluarkan oleh Telkomsel tidak lebih dari 10% pendapatannya. Hingga saat ini frekuensi di Indonesia masih terbilang murah dan tak akan membebani konsumen," terang Kahlil lebih lanjut.

Analisa tadi bukanlah tanpa dasar. Jika merujuk laporan keuangan Telkom di tahun 2016, disebutkan kepemilikan frekuensi Telkomsel hanya 52.5 MHz. Pendapatan yang bisa dibukukan dari frekuensi tersebut mencapai Rp 86,7 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 28,1 triliun.

Sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar frekuensi di tahun 2016 mencapai Rp 3,6 triliun atau setara dengan Rp 0.07 per MHz. Sedangkan harga frekuensi 2.3 GHz adalah Rp 1,007 triliun untuk 30 MHz atau setara dengan Rp 0.033 per MHz.

Setali tiga uang, Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB juga menilai harga frekuensi yang dimenangkan oleh Telkomsel masih lebih murah jika dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara maupun ASEAN.

"Bahkan harga yang mereka bayarkan bisa lima kali lebih mahal dibandingkan harga frekuensi yang dilelang di Indonesia," jelas Ridwan.

Komitmen 10 Tahun

Karena murahnya harga frekuensi di Indonesia, Kahlil meminta kepada Kominfo agar mengikat para operator telekomunikasi dengan komitmen pembangunan minimal 10 tahun.

Sehingga, pemerintah harus bisa memastikan yang akan memenangkan lelang frekuensi bukanlah broker, tetapi perusahaan operator yang benar-benar ingin mengembangkan usaha telekomunikasi di Indonesia.

"Jika dikelola dengan baik maka frekuensi akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, negara dan perusahaan telekomunikasi. Namun jika niatnya hanya untuk dijual kembali maka bisa dipastikan mereka akan mengalami kerugian," ujarnya.



"Sehingga harus bisa dipastikan perusahaan yang memenangkan lelang frekuensi harus memiliki perencanaan minimal 10 tahun ke depan. Saya berharap lelang frekuensi 2.1 GHz mendatang juga bisa memberikan harga yang terbaik bagi negara," ujar Kahlil. (detikcom/rou/rou)

Solusi Hemat Telepon Kantor dari Telkomsel bisa anda dapatkan melalui MGM










Komentar Via Website : 53
Cara Mengatasi Sakit Pinggang
07 Desember 2017 - 09:31:16 WIB
Obat Fistula Ani Tanpa Operasi
14 Desember 2017 - 11:29:25 WIB
Terbukti Ilmiah >>>>> http://goo.gl/zV8D9L
Awal Kembali...456 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)