Komunitas

Warga Jakarta mesti rela jika Jokowi diwakafkan jadi Capres

Administrator | Jumat, 18 Oktober 2013 - 15:38:53 WIB | dibaca: 2033 pembaca

Merdeka.com - Duet kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakilnya, Basuki T Purnama dinilai memberikan warna dalam perubahan pembangunan Jakarta. Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi mengatakan, kerja yang dilakukan Jokowi tepat satu tahun memimpin Jakarta dirasakan membawa perubahan.

"Selama setahun kepemimpinan duet maut Jokowi-Ahok, wajah Tanah Abang dan Pasar Minggu yang begitu semrawut kini telah tertata dengan baik," ujar Ari saat dihubungi, Selasa (15/10).

Armada busway, lanjut Ari, juga semakin banyak walau masih kurang sebanding dengan jumlah penumpang yang ada. Kemudian kekumuhan di berbagai waduk dan tempat-tempat lainnya mulai ditata sehingga terlihat apik.

"Dari Jokowi-Ahok kita melihat, kesederhanaan yang bebas dari aturan seremonial, mau mendengar keluhan warga serta berpihak pada kepentingan rakyat kecil," terang Ari Junaedi.

"Mana ada tipe pemimpin seperti ini di republik kita ? Blusukan Jokowi dan gaya ceplas-ceplos Ahok memang sangat dibutuhkan untuk mengurai keruwetan Jakarta yang selama ini terkesan dibiarkan," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Ari, sosok pemimpin seperti Jokowi-Ahok yang mau mendengarkan aspirasi dan melayani publik perlu ditiru oleh pejabat publik lainnya. Dengan mulai ditatanya Jakarta, seperti upaya mengatasi kemacetan dan banjir, Ari menilai Jokowi layak untuk maju dalam kancah kepemimpinan nasional.

"Jakarta adalah bagian dari Indonesia, sehingga kita warga Jakarta harusnya ikhlas mewakafkan Jokowi jika suatu saat Jokowi menjadi presiden mendatang," jelas Ari.

"Untuk kepentingan nasional yang lebih besar, hendaknya kita merelakan Jokowi melakukan untuk Indonesia, tidak saja untuk Jakarta," pungkasnya.

[ded]










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)