Politik

Elektabilitas Jokowi lebih tinggi dari PDI Perjuangan.

Psikolog Politik Sarankan PDIP Capreskan Jokowi

Administrator | Jumat, 13 September 2013 - 08:03:48 WIB | dibaca: 2003 pembaca

VIVAnews – Psikolog politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, meminta PDI Perjuangan tidak terlambat mengumumkan Joko Widodo sebagai calon presiden. Menurutnya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu wajib mengambil langkah yang tepat demi memenangkan pemilu legislatif 2014.

“PDIP jangan mengumumkan Jokowi setelah pileg. Kalau perlu seminggu sebelum bulan April,” kata Hamdi dalam konferensi pers hasil survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis 12 September 2013.

Hamdi mengatakan 45,8 persen orang Indonesia yakin atas pilihannya kepada Gubernur DKI Jakarta itu. Angka tersebut diprediksi melebihi perolehan suara PDI Perjuangan sendiri dalam Pemilu 2014.

“Kalau PDIP cerdas mencermati itu, harusnya caranya berpikir seperti ini: ketika orang lebih percaya Jokowi dibanding PDIP, PDIP harus cerdik memanfaatkan,” ujar Hamdi.

Hamdi menyarankan kepada PDIP untuk mengkapitalisasi pesona yang dimiliki Jokowi. Menurutnya, strategi tersebut sah dan wajar dalam proses politik. “Pencapresan Jokowi jadi jangkar untuk publik agar memilih PDIP. Jadi rakyat tidak ragu-ragu,” kata dia.

Dalam survei SSSG yang dirilis hari ini, Jokowi meraih elektabilitas tertinggi dibanding tokoh-tokoh lain yang mungkin maju dalam Pemilihan Presiden 2014.

Berikut daftar elektabilitas kandidat bakal capres menurut survei SSSG:
1. Joko Widodo 45,8 persen
2. Jusuf Kalla 9 persen
3. Dahlan Iskan 7,5 persen
4. Prabowo Subianto 6,8 persen
5. Mahfud MD 5,8 persen
6. Wiranto 3,6 persen
7. Aburizal Bakrie 2,4 persen
8. Megawati Soekarnoputri 1,8 persen
9. Chairul Tanjung 1,6 persen
10. Hatta Rajasa 1 persen
11. Hidayat Nur Wahid 0,7 persen
12. Sri Sultan Hamengkubuono 0,5 persen
13. Surya Paloh 0,5 persen
14. Ani Yudhoyono 0,4 persen
15. Pramono Edhie Wibowo 0,4 persen
16. Sri Mulyani 0,4 persen
17. Tidak tahu/tidak jawab 10,8 persen
18. Lainnya 1 persen

Survei SSSG dilaksanakan 25 Agustus-9 September 2013. Metode pengumpulan data dengan wawancara melalui telepon. Populasi survei adalah seluruh warga di 10 kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Balikpapan yang memiliki telepon rumah. Kriteria responden adalah mereka yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilu.

Dalam penelitian ini, sampel diambil dari hasil mengacak nomor telepon yang terdapat di dalam buku Telkom. Jumlah sampel 1.250 responden. Sementara tingkat keyakinan 95 persen, sampling error penelitian sekitar 2,77 persen akan tetapi nonsampling error dimungkinkan dapat terjadi. (eh)

Sumber: viva.co.id










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)