Telekomunikasi

Persaingan Tidak Sehat Jadi Alasan Indosat Surati Menkominfo

Administrator | Sabtu, 22 Juli 2017 - 09:41:23 WIB | dibaca: 4657 pembaca

JAKARTA,  Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman membantah kabar jika Indosat ooredoo dikatakan telah kehabisan nafas. Hal ini terkait dengan bocornya surat CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli ke Menkominfo soal perang tarif harga internet.

Menurut Deva, Indosat mengirimkan surat tersebut bukan karena perusahaan sudah kehabisan nafas atau bingung mencari sumber pendapatan, namun karena kondisi persaingan industri telekomunikasi yang sudah tidak sehat. Hal ini terlihat dari yield data yang diperoleh oleh operator dari tahun ke tahun.

Untuk Indosat saja, sebagaimana dikatakan Deva, yield data-nya terus menurun. Pada 2014, yield data Indosat adalah Rp 63.000 per GB, sedangkan pada kuartal IV 2016, yield data tersebut menjadi Rp 16.000 per GB.

Padahal, seiring banyaknya pemakaian, mestinya yield data tersebut naik. Namun karena operator bersaing dengan cara menurunkan harga layanan data, yield data jadi mengecil.

“Itu yang terjadi pada Indosat, dan saya yakin juga terjadi pada operator lain,” terang Deva saat dihubungi KompasTekno, Jumat (22/7/2017)??

Sementara itu pendapatan operator dari layanan voice dan SMS semakin turun. Layanan data, yang dibanderol murah dikhawatirkan tidak bisa menjadi penopang ketika suatu saat voice dan SMS benar-benar ditinggalkan pengguna.

“Harga data yang murah ini tidak bisa mensubsidi jalannya bisnis,” ujar Deva.

“Sedangkan operator kan tidak boleh saling membicarakan tarif, bisa kena sanksi nanti. Karena itu butuh intervensi pemerintah untuk menetapkan tarif bawah,” imbuhnya.

Dengan adanya tarif bawah, Indosat berharap industri telekomunikasi bisa berhenti perang harga dan murah-murahan, sehingga persaingan menjadi lebih sehat.

Surat yang bocor ke publik

Diberitakan sebelumnya, industri telekomunikasi di Indonesia digegerkan oleh sebuah surat yang ditandatangani oleh Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo (Indosat), Alexander Rusli ditujukan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Surat dengan nomor 621/AE0-AEJ/REL/17 itu ditandatangani oleh Alexander Rusli, tertanggal 17 Juli 2017.

 

Isinya adalah masukan Indosat Ooredoo kepada pemerintah agar membuat aturan mengenai tarif interent di industri telekomunikasi.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga memberikan masukan agar diterapkan pengawasan dan sanksi terhadap aturan batas bawah tarif internet.

sumber: kompas.com

PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReska K. Nistanto

Solusi Hemat Telepon Kantor dari Indosat Ooredoo bisa anda dapatkan dari MGM .

 










Komentar Via Website : 29
Solusi Hemat Telepon Kantor
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
mitra telecom global mandiri-penyedia solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
mgm-solusi telepon kantor
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi telepon kantor
call center voda call
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi call center voda call
booking tiket pesawat kereta hotel
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
booking tiket pesawat, kereta, hotel
bit.ly/2LWVZMO
04 Agustus 2018 - 10:01:37 WIB
Informasinya sangat bagus gan, saya suka dengan informasinya
http://bit.ly/2LWVZMO
obatmataminus3.blogspot.com/
07 Agustus 2018 - 09:38:48 WIB
Informasinya sangat bagus gan, sukses terus buat informasinya
http://obatmataminus3.blogspot.com/
tiny.cc/bismillahirohmanirohim
08 Agustus 2018 - 09:48:13 WIB
Infonya sangat menarik dan bagus, saya suka dengan informasinya
http://tiny.cc/bismillahirohmanirohim
AwalKembali 123 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)