Ekonomi

Penduduk Besar, RI Harusnya Punya Cadangan Beras 1,8 Juta Ton

Administrator | Minggu, 24 Mei 2015 - 08:20:28 WIB | dibaca: 3518 pembaca

Jakarta -Indonesia memiliki jumlah penduduk cukup besar yaitu 250 juta orang. Perhatian pemerintah terhadap keamanan pangan seperti cadangan beras pemerintah (CBP) harus besar.

Menurut hitung-hitungan Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog, Lely Pelitasari Soebekty, dengan jumlah penduduk yang cukup besar, seharusnya CBP dipatok hingga 1,8 juta ton.

"Padahal idealnya, menurut hitungan Kementan (Kementerian Pertanian), idealnya dengan negara berpenduduk sebesar Indonesia harus memiliki cadangan 1,5-1,8 juta ton untuk keamanan pangan dan intervensi harga," kata Lely, dalam diskusi 'Beras dan Kedaulatan Pangan', di FX Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Lely menambahkan, dibandingkan negara tetangga di lingkup Asia Tenggara (ASEAN) khususnya yang aktif memproduksi padi, CBP yang dimiliki Indonesia jauh lebih rendah.

"Kapasitas pemerintah yang negaranya berbasis produksi beras itu agar pemerintah bisa intervensi harga itu paling tidak idealnya punya simpanan 10-17% dari stok nasional sebagai bumper. Itu yang dilakukan negara-negara tetangga. Kalau pemerintah kita hanya menentukan stok aman itu 5,75% atau hanya memiliki stok sebesar 350.000 ton," tuturnya.

Jumlah 5,75% yang terbilang cukup minim itu, Lely menilai harga beras rawan dipermainkan. "Negara seperti ini negara sangat besar, penduduk besar, tapi stok keamanan pangannya kurang," tambahnya.

Sayangnya Lely belum berani mengatakan berapa stok CBP yang ada sekarang di gudang Bulog. Namun Lely menegaskan, bila stok saat ini aman untuk beberapa bulan ke depan.

"Di luar konteks stok aman dari pemerintah, tapi yang kami lihat dari stok yang kita (Bulog) punya untuk stok beberapa bulan ke depan aman. Detilnya saya tidak bisa jawab. Bulog kan mengikuti pemerintah," tukasnya.


(wij/dnl)

sumber: detik.com










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)