Pemerintahan

Pemerintah RI Jual Surat Utang Rp 26 Triliun

Administrator | Minggu, 24 Mei 2015 - 08:26:54 WIB | dibaca: 2083 pembaca

Jakarta -Untuk membiayai defisit anggaran tahun ini, pemerintah kembali menjual surat utang dalam bentuk sukuk (surat utang syariah) berdenominasi dolar seniilai US$ 2 miliar, atau sekitar Rp 26 triliun.

Surat utang ini memiliki jangka waktu jatuh tempo 10 tahun, hingga 2025. Dalam bahasa pemerintah, surat utang atau sukuk ini adalah Surat Berharga Syariah Neagra (SBSN).

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Sabtu (23/5/2015), sukuk ini dicatatkan di bursa 2 negara (dual listing), yakni Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai,

Penerbitan surat utang ini akan dilakukan pada 28 Mei 2015. Pemerintah memberikan imbal hasil 4,325%/tahun bagi pembeli surat utang tersebut.

Ini merupakan kali keenam pemerintah Indonesia menerbitkan surat utang dalam bentuk sukuk berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Sukuk Global ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, dengan menggunakan struktur Wakalah dengan underlying berupa Barang Milik Negara berupa tanah dan bangunan (51%), dan proyek-proyek Pemerintah (49%).

Pemerintah Indonesia sempat melakukan roadshow ke sejumlah negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa untuk menawarkan surat utang tersebut. Menurut keterangan Kemenkeu, respons para investor global sangat baik, dan jumlah penawaran yang masuk lebih dari US$ 6,8 miliar dari 240 investor, sehingga lebih dari 3,4 kali oversubscribed (kelebihan permintaan).

Meskipun kondisi pasar sangat volatile dan penuh dengan ketidakpastian, surat utang tersebut menarik minat dari berbagai kelompok investor domestik dan internasional.

Adapun investor pembeli surat utang ini 41% investor dari Timur Tengah, 21% investor Amerika, 16% investor Eropa, 12% investor wilayah Asia selain Indonesia, dan 10% investor Indonesia. Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada bank adalah sebesar 42%, fund manager 39%, bank sentral 15%, asuransi 2%, dan private bank 2%.

Penerbitan surat utang ini merupakan yang terbesar oleh Pemerintah sejak 2009, dan bahkan juga merupakan penerbitan surat utang dalam satu tranche (single-tranche) terbesar di dunia.(dnl/dnl)

sumber: detik.com










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)