KeMenPU&Perumahan

Pemerintah Geber Pembangunan 9 Proyek Tol

Administrator | Jumat, 03 Juli 2015 - 10:33:50 WIB | dibaca: 5049 pembaca

Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cikopo-Palimanan yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut diharapkan dapat mengurangi beban jalur Pantai Utara (pantura) Jawa hingga 60 persen.

JAKARTA, Setelah berhasil menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Cikopo- Palimanan, pemerintah berencana akan kembali menggeber pembangunan dan penyelesaian jalan tol. Setidaknya ada sembilan jalan tol yang akan mereka kerjakan dan targetkan selesai pada tahun 2017 nanti.

Tol tersebut adalah Tol Pejagan - Pemalang yang panjangnya mencapai 57,50 kilometer, Pemalang-- Batang yang panjangnya mencapai 39,20 kilometer, Batang- Semarang sepanjang 75 kilometer, Semarang- Solo sepanjang 72,64 kilometer dan Solo- Ngawi sepanjang 90,10 kilometer.

Selain ruas tersebut, tol yang akan dikebut adalah; Tol Ngawi- Kertosono sepanjang 90,10 kilometer,Mojokerto- Jombang- Kertosono sepanjang 40,5 kilometer, Mojokerto- Surabaya sepanjang 36,27 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono mengakui, pelaksanaan tol tersebut saat ini masih mengalami masalah. Khususnya, pada ruas Pemalang- Batang dan Batang- Semarang.

Untuk Pemalang- Batang misalnya, berdasarkan data yang dimilikinya, sampai dengan Juni kemarin total lahan yang berhasil dibebaskan baru mencapai 1,86 persen. Padahal, panjang jalan tol yang akan dibangun untuk ruas tersebut mencapai 39 kilometer.

Sementara itu, untuk ruas Tol Batang- Semarang sampai dengan Juni kemarin dari total panjang 72 kilometer jalan yang akan dibangun, sudah berhasil bebas 20,31 . "Masalah besarnya di dua ruas itu, yang lain progresnya sudah bagus," kata Basuki di Istana Negara Kamis (2/7/2015).

Basuki mengatakan, untuk mengatasi hambatan pelaksanaan dua ruas proyek tersebut, pihaknya akan mengambil beberapa kebijakan.

Untuk ruas Batang- Semarang misalnya, pihaknya akan meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang melaksanakan proyek tersebut untuk sementara waktu minggir dulu dari proyek tersebut dan mengambil alih pembebasan lahannya. Setelah lahan berhasil dia bebaskan, proses selanjutnya akan diserahkan kembali ke BUJT tol tersebut.

"Saya akan beri waktu sebulan kalau tidak gerak lagi saya akan ambil alih," katanya.

Sementara itu Direktur Pembangunan Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ahmad Ghani Ghazali mengatakan, beberapa ruas yang akan digeber pembangunannya tersebut kemungkinan besar bisa selesai pada tahun 2016 nanti. Salah satunya, ruas tol Surabaya- Mojokerto.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sampai dengan Juni kemarin lahan yang diperlukan untuk pembangunan tol tersebut sudah mencapai 81,18 persen. "Mudah- mudahan bisa selesai 2016, " katanya. (Agus Triyono/kompas.com)










Komentar Via Website : 63
Antonio
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
mgm-solusi hemat telekomunikasi
Obat Tradisional Usus Buntu Yang Mujarab
14 Desember 2016 - 09:31:04 WIB
makasih atas infonya, http://goo.gl/DMuhyg
Obat Tradisional Penyakit Jantung Koroner Paling Ampuh
14 Desember 2016 - 11:24:20 WIB
infonya saya suka, http://goo.gl/YPNu4s
Cara Menyembuhkan Polip Hidung Tanpa Operasi
15 Desember 2016 - 09:39:26 WIB
infonya bagus banget, http://goo.gl/ilES6n
Obat Luka Diabetes Basah Paling Ampuh
16 Desember 2016 - 09:39:44 WIB
semoga bermamfaat, http://goo.gl/AUJ4bo
Cara Mengobati Otitis Media Kronis
16 Desember 2016 - 11:20:41 WIB
semoga bermanfaat ya, http://goo.gl/HNMJ6G
AwalKembali 123... 7 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)