Metropolitan

Pembangunan 7 Koridor LRT Diperkirakan Telan Biaya Rp 65 Triliun

Administrator | Sabtu, 12 September 2015 - 10:52:17 WIB | dibaca: 2169 pembaca

JAKARTA, Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi Sutanto Suhodo menyebut biaya pembangunan light rail transit (LRT) diperkirakan mencapai sekitar 40 juta dollar AS per kilometer. Bila mengacu kurs yang berlaku saat ini, jumlah tersebut setara dengan Rp 570 miliar.

LRT yang akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI direncanakan mencapai tujuh koridor. Menurut Sutanto, panjang keseluruhan dari tujuh koridor tersebut mencapai 115 kilometer.

Dengan demikian, total biaya pembangunan untuk tujuh koridor diperkirakan mencapai sekitar Rp 65 triliun.

"Rp 65 triliun itu hitungan kasar yang sudah mempertimbangkan resiko inflasi dan segala macam. Dan itu sudah mencakup prasarana dan sarana. Jadi, itu sudah termasuk pengadaan gerbong dan sistem persinyalan," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Tujuh koridor LRT yang direncanakan dibangun dengan pendanaan dari Pemprov DKI meliputi rute Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 Km); Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km); Joglo-Tanah Abang (11 km); Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km); Pesing-Kelapa Gading (20,7 km); Pesing-Bandara Soekarno Hatta (18,5 Km); dan Ancol-Cempaka Putih (10 km).

Mengacu pada data tersebut, Sutanto menyebut akan ada perbedaan biaya pembangunan antara koridor yang satu dengan koridor yang lain. Adapun koridor yang biaya pembangunannya akan menelan biaya paling tinggi adalah koridor Kebayoran Lama-Kelapa Gading.

"Karena koridor 1 cukup panjang, sekitar 21,6 kilometer. Sesuai yang dikatakan Bu Tuty (Kepala Bappeda Tuty Kusumawati), bisa saja saja sampai Rp 10,5 triliun," ujar Sutanto.

(kompas.com)










Komentar Via Website : 2
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)