KeMenESDM

Menteri ESDM: Saya Berani Bubarkan Petral Karena Arahan Presiden Jelas

Administrator | Minggu, 24 Mei 2015 - 08:15:10 WIB | dibaca: 1893 pembaca

Jakarta -Pemerintah memutuskan membubarkan anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya berani bubarkan Petral karena Presiden mempunyai direct (arahan) yang jelas dari Presiden," ungkap Menteri ESDM Sudirman Said, ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Terkait nama-nama mafia migas sendiri, dirinya sudah sudah tahu siapa orangnya. Namun Sudirman Said tidak akan mau mengungkapkannya karena saat ini sedang dilakukan audit investigasi di Petral.

"Kita tunggu hasil audit investigasi di Petral selama 6 bulan," ucapnya.

Apalagi indikasi ada permainan mafia di Petral semakin kuat, ketika kewenangan Petral dicabut dan dialihkan ke Integrated Supply Chain (ISC) yakni dalam urusan pengadaan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM). Karena dalam 2 bulan impor yang dilakukan ISC, Pertamina berhasil hemat US$ 20 juta atau sekitar Rp 260 miliar.

"Hanya dalam 2 bulan impor minyak mentah dan BBM dilakukan ISC, Pertamina sudah hemat US$ 20 juta, jumlah yang besar," katanya.

Namun, bagi Sudirman pembubaran Petral bukanlah sesuatu hal yang istimewa, karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan dan dibenahi di sektor migas.

"Petral bukan masalah besar, karena kita harus membehani banyak masalah di sektor migas, mulai dari cadangan BBM yang hanya cukup 18 hari, kita harus tambah banyak storage BBM, sekian puluh tahun kita tidak bangun kilang, cadangan minyak kita hanya tersisa 12 tahun lagi karena kita tidak dorong eksplorasi, dan banyak masalah lainnya yang harus dibehani di sektor ini," tutup Sudirman.


(rrd/dnl)

Sumber: detik.com










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)