Wisata

Menpar Ajak HKBP Bangun Danau Toba

Administrator | Sabtu, 04 Juni 2016 - 09:50:44 WIB | dibaca: 1434 pembaca

Kampung Siallagan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.

JAKARTA,  Mesin A-B-G-C-M yang dinyalakan Menpar Arief Yahya terus bergulir dan menemukan bentuk konkretnya. Menjadikan gabungan Academician, Business, Government, Community dan Media sebagai subjek dalam membangun destinasi pariwisata. Pun juga yang terjadi dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba. Kelima usur itu disebut sebagai Pentahelix.

ARSIP PUSKOM PUBLIK KEMENPAR Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri seminar yang diprakarsai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (28/5/2016).
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendatangi seminar yang diprakarsai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (28/5/2016). Tujuannya adalah Bersatu untuk Danau Toba! tema yang diangkat: "Peran Gereja Mendukung Badan Pariwisata Danau Toba".

Menpar Arief Yahya disambut pimpinan tertinggi Ephorus HKBP Pdt Dr SAE Nababan, Pdt Frits Hutapea, STH dan Ketua Panitia HUT-65-Tahun HKBP Kebayoran Baru Paul Lubis di Gereja HKBP Kebayoran Baru.

Gereja HKBP yang Menpar kunjungi memang berada di Jakarta. Tetapi komunitas (community) gereja HKBP punya pengaruh yang kuat di masyarakat Tapanuli, termasuk di Danau Toba.

Arief Yahya tertarik dengan undangan seminar yang mereka buat, karena tujuannya untuk menyukseskan program percepatan pembangunan Toba.

Didampingi Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah S Thaib, Menpar menjelaskan progres pengembangan Danau Toba sebagai "Bali Baru" di Sumatera Utara.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Danau Toba terlihat dari Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (25/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu.
Mengapa Toba dijadikan satu dari 10 destinasi prioritas itu? Pertama, dari atraksinya, Toba sangat kuat. Memiliki alam yang indah, historis kaldera yang kuat, bekas ledakan dahsyat ribuan tahun silam. "Alam atau nature-nya sendiri sudah memikat," kata Arief Yahya dalam siaran pers Puskom Publik Kemenpar kepada KompasTravel.

Lalu, lanjut Arief Yahya, budaya Tapanuli sangat kaya dan berkarakter. Seperti halnya Bali yang kaya akan budaya, Toba dengan budaya Bataknya juga sangat kuat mengakar.

"Itu adalah kekuatan lain di Toba. Jadi kami justru akan mendorong budaya itu semakin kuat untuk menjadi daya tarik wisatawan. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," jelas Arief Yahya.

ARSIP PUSKOM PUBLIK KEMENPAR Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri seminar yang diprakarsai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (28/5/2016).

Menurut Menpar, memang ada yang bertanya soal "Bali Baru di 10 Destinasi" itu. Arief menjelaskan, bukan menjadikan destinasi itu dengan budaya Bali, dengan tarian Bali, kecak, legong dan gamelan yang khas itu atau meng-Hindu-kan orang Batak.

"Bukan itu yang dimaksud. Tetapi menjadikan destinasi Toba dikunjungi 4 juta wisman setahun, seperti yang terjadi di Bali. Bali baru itu maksudnya, potensinya menjadi destinasi unggulan yang dikunjungi jutaan wisman," ungkap Arief. (*)

kompas.com










Komentar Via Website : 7
Solusi Telepon
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
mgm-penyedia solusi hemat telekomunikasi
Stockist Herbal
21 Januari 2017 - 10:45:37 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)