Wisata

Kena "Delay" di Bandara Silangit, Coba Kabur Sejenak ke Bukit Panatapan Huta Ginjang

Administrator | Minggu, 26 Februari 2017 - 13:16:53 WIB | dibaca: 3464 pembaca

Panorama Danau Toba dilihat dari Bukit Huta Ginjang di Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Selasa (23/8/2016). Obyek wisata ini terletak kurang lebih berjarak 8 kilometer dari Bandara Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

SIBORONG-BORONG,  Setelah puas berwisata di Danau Toba dan ingin pulang melalui Bandara Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, jangan lewatkan obyek wisata Bukit Panatapan Huta Ginjang. Letaknya sekitar 8 kilometer, tak jauh dari Bandara Silangit.

Bukit Huta Hinjang menawarkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian. Sebelumnya, Anda akan dibawa melewati jalan yang berkelok-kelok dan sedikit tak rata jelang tiba di Bukit Huta Ginjang.

KompasTravel sempat mengunjungi Bukit Panatapan Huta Ginjang di sela-sela waktu keterlambatan pesawat di Bandara Silangit. Waktu tempuh dari Bandara Silangit terbilang tak lama yakni 10 menit menggunakan mobil.

Setibanya di Bukit Huta Ginjang, lapangan parkir cukup luas terbentang. Angin bertiup kencang di punggung bukit yang terjal di sisi ujung yang menghadap ke Danau Toba.

Seorang warga dari Tapanuli Utara, Danang, menyebutkan Bukit Panatapan Huta Ginjang ini juga merupakan tempat landasan terbang olahraga udara gantole dan paralayang. Di bukit ini, wisatawan bisa melihat Pulau Samosir dan Sibandang.

"Di sini tempat yang pas. Kalau dari Bandara Silangit, mesti mampir ke Huta Ginjang," kata Danang kepada KompasTravel.

 

KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPelataran Parkir Bukit Huta Ginjang di Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Selasa (23/8/2016). Obyek wisata ini terletak kurang lebih berjarak 8 kilometer dari Bandara Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Dari Bukit Panatapan Huta Hinjang, Anda bisa duduk santai sambil memandangi Danau Toba dan pohon-pohon pinus yang tumbuh di bukit dan lembah. Berfoto dengan latar belakang Danau Toba yang menghampar juga bisa dilakukan.

 

Namun, pastikan Anda berhati-hati. Pasalnya, di sisi landasan terbang paralayang tak ada batas pagar pengaman.

Untuk di sisi lapangan parkir, pagar pengaman telah berdiri. Anda bisa menyaksikan kemegahan Danau Toba yang membentang luas dari sisi yang aman yakni dekat pagar.

Saat KompasTravel datang, tak ada pungutan biaya untuk masuk ke Bukit Panatapan Huta Ginjang. Di sekitar bukit, terdapat toilet yang bisa digunakan oleh wisatawan.

Beberapa penjual juga terlihat menjajakan makanan dan minuman. Untuk minuman mineral, dihargai Rp 5.000.

Bukit Huta Ginjang juga bisa menjadi pilihan obyek wisata sejenak untuk "kabur" ketika pesawat mengalami keterlambatan. Anda bisa menyewa taksi bandara dengan harga Rp 200.000 per mobil menuju Bukit Panatapan Huta Ginjang.

Sedikit tips dari KompasTravel, jika Anda tak kuat dengan angin, disarankan untuk membawa jaket. Pasalnya, angin bertiup kencang di Bukit Panatapan Huta Ginjang.

Jadi, tertarik untuk mencoba "kabur" ke Bukit Panatapan Huta Ginjang?(travelkompascom)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)