Tokoh

Jokowi: Wajah Saya Memang Jelek, Tapi 4 Kali Menang Pilkada

Administrator | Minggu, 09 Maret 2014 - 14:23:38 WIB | dibaca: 2027 pembaca

Pekanbaru - Wajahnya yang selalu dinilai jelek selalu menjadi cemoohan lawan politik Jokowi. Biar dianggap wajah tak layak jual, namun Jokowi mengaku 4 kali menang dalam Pilkada.

"Banyak yang bilang, waktu saya nyalon Gubernur DKI, wajah saya jelek. Nggak pantas jadi pemimpin. Badan kurus, wajah kampungan. Wis, pokoknya nggak ada yang baguslah," kata Jokowi saat memberikan pembekalan kepada Caleg PDIP Riau di Hotel Grand Central, Jl Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (8/3/2014).

Padahal dengan tampangnya yang selalu jadi bahan ledekan, Jokowi mengklaim 4 kali menang Pemilu. Menyebut 4 kali menang, para perserta di acara itu sempat menaruh kebingungan. Jokowi menyadari kalau kader PDIP pada bingung atas penjelasannya. Lantas dia mengurai kemenangan yang dimaksud.

"Lho memang 4 kali saya menang. Dua periode jadi walikota. Satu kali menang pada putaran pertama Pilgub DKI. Kedua kalinya lagi, saat dilakukan putaran kedua, ya saya tetap menang. Berartikan 4 kali," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa.

"Saya bolak balik diledekin. Tapi ya lihat sendiri. Saya malah menang, dan saya yang paling jelek," kata Jokowi.

Padahal, kata Jokowi, yang dia lawan justru incumbent yang mana didukung banyak partai. Tak cuma partai, sampai urusan organisasi juga diklaim mendukung incumbent.

"Biarpun yang kita lawan orang yang berkuasa di Jakarta, dan paling banyak didukung partai, kita tetap yakin menang," kata Jokowi yang lagi-lagi disambut gelak tawa kader PDIP.

"Pengalaman kita adalah, bahwa yang harus kita lakukan itu adalah turun ke bawah. Tanyain tuh rakyat, pilih kita apa tidak. Kalau kita turun ke lapangan pasti kita tahu seberapa besar rakyat memberikan dukungan kepada kita. Jadi yang jadi caleg PDIP harus turun gunung," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan pengalaman lainnya. Bahwa saat bertarung di DKI Jakarta, dia tak kenal lelah untuk bertanya kepada warga. Jokowi mengaku mendata bersama timnya, dari rumah ke rumah warga di Jakarta untuk urusan dukungan.

Dari bekal pendataan itu, lanjut Jokowi dia bisa menakar seberapa banyak orang yang mendukungnya.

"Waktu saya klaim saya dapat dukungan minimal 37 persen, semua orang ngejek saya. Data saya selalu ditertawakan. Tapi yo ra popo, karena saya mendata sendiri, ya saya yakin," kata Jokowi.

"Lha begitu saya menang di putaran pertama dan kedua, baru mereka kaget-kaget. Pada bingung kok data saya benar nggak meleset," kata Jokowi lagi.

"Nah sekarang, mari dengan sisa waktu paling lama 4 minggu lagi, kita pergunakan sebaik mungkin untuk mencari dukungan. Kalau nanti sudah menang, jangan ditinggalin rakyatnya. Para pendukung harus tetap ditengokin, jalin hubungan yang bagus. Jangan nanti kalau sudah menang malah melupakan pendukung, itu bisa berimbas buruk lagi kepada kita," tutup Jokowi.

sumber: news.detik.com










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)