Tokoh

Jokowi Prihatin Nasib Petani Indonesia

Administrator | Jumat, 02 Mei 2014 - 08:22:51 WIB | dibaca: 2273 pembaca

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, menyampaikan keprihatinannya pada petani Indonesia saat menyambangi kantor Serikat Petani Indonesia (SPI), di Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (1/5/2014).

Jokowi pun ingin mendapat saran dan masukan terkait permasalahan yang dihadapi petani di Indonesia. "Terutama masalah-masalah yang riil tentang lahan, tanah adat, dan berapa juta lahan yang diperuntukkan untuk petani," kata Jokowi. 

Menurut Jokowi, ada beberapa permasalahan ketahanan pangan yang harus segera diselesaikan. Ke depannya, ia mengaku tidak ingin lagi ada lahan pertanian yang dikonversi menjadi permukiman, seperti untuk rumah, industri, dan pertambangan.

Jokowi menginginkan lahan pertanian itu dipergunakan untuk produk-produk pertanian, seperti padi, umbi-umbian, dan sagu. Selanjutnya, Jokowi menjelaskan, petani Indonesia terbebani oleh peralatan pertanian impor, mulai dari pupuk kimia, pestisida, hingga benih.

Produk impor yang harganya mahal, kata dia, menyulitkan petani. Menurut Jokowi, pengawalan dan bimbingan pemerintah diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

"Petani itu bisa memproduksi pupuk sendiri, jadi enggak perlu menambah cost produksi, begitu juga dengan pestisida. Pemerintah seharusnya beri bimbingan ke petani, itu problem yang kita lihat," kata alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut. 

Lebih lanjut, Jokowi mengkritik infrastruktur pertanian yang tidak bertambah setiap tahunnya, seperti tidak adanya pembangunan bendungan baru dan saluran irigasi tersier. Menurut dia, Indonesia berpotensi memiliki 60 bendungan dari Sabang hingga Merauke. Selama ini, kata Jokowi, pemerintahan Indonesia tidak berfokus pada infrastruktur untuk petani.

Hal lain yang menjadi sorotan Jokowi adalah akses permodalan untuk petani. Jokowi menjelaskan, seharusnya Indonesia memiliki bank petani. Terakhir, dia juga menyoroti soal belum adanya pasar yang fokus menjual produk-produk petani. Pasar tersebut penting bagi petani untuk menyalurkan produk mereka sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita butuh langkah yang konkret sekarang. Lahan kering itu seharusnya bisa ditanami jagung dan sagu. Sapi-sapinya juga jadi gemuk, enggak kayak saya," kata Jokowi tertawa.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)