Ekonomi

Hasil Pertemuan Jokowi-Pengusaha, Dirut Garuda: Ekonomi RI Masih Oke

Administrator | Selasa, 25 Agustus 2015 - 11:33:38 WIB | dibaca: 3077 pembaca

Jakarta -Para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengusaha nasional swasta telah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin malam di Istana Bogor. Pertemuan membahas soal ekonomi terkini, termasuk soal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Apa tanggapan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Arif Wibowo, yang ikut hadir?

"Saya pikir ini harus dikomunikasikan ke publik secara masif. Perekonomian Indonesia secara fundamental masih oke," ujar Arif kepada detikFinance, Selasa (25/8/2015).

Arif menjelaskan, perekonomian Indonesia saat ini tengah dalam kondisi tertekan imbas dari sentimen global yang juga tengah bergejolak.

Meski demikian, kata Arif, secara fundamental, perekonomian Indonesia masih kuat terbukti dengan beberapa indikator ekonomi yang dinilai masih baik.

Meski pertumbuhan ekonomi melambat jadi 4,7% di semester I-2015, namun tingkat laju inflasi masih terjaga. Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan yang menjadi beban anggaran juga sudah mulai menurun. Sementara di sisi perbankan, kondisi permodalan bank nasional masih baik, dan angka kredit macet masih dalam batas wajar.

"Beberapa faktor fundamental kita sebenarnya oke, mulai dari inflasi yang masih terjaga, current account defisit yang mulai turun, kredit macet yang rendah, CAR atau permodalan bank yang masih baik, sebenarnya kita punya posisi bagus," katanya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi fokus pembahasan, dalam rapat yang digelar bersama 16 BUMN dan pengusaha nasional swasta tersebut.

Pelemahan mata uang terjadi di seluruh negara di dunia. Ini dampak dari penguatan dolar AS, dan kebijakan China yang dengan sengaja mendevaluasi atau melemahkan mata uang yuan.

Namun, untuk bisa menggairahkan sentimen positif di pasar perlu juga dilakukan 'kampanye' positif.

"Bagaimana bisa meng-counter terus psikologi masyarakat soal pergerakan rupiah. Rupiah itu masalah psikologis saja, kita butuh untuk membangun sentimen positif di masyarakat, membangun opini publik yang baik. Sebagai airlines, pelemahan rupiah tentu menjadi tantangan, ini harus diantisipasi, maka dari itu kita sama-sama membangun hal positif," kata Arif.
(detik.com)










Komentar Via Website : 2
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)