Tokoh

Jokowi: Saya Dulu Enggak Punya Apa-Apa

Administrator | Sabtu, 13 Juli 2013 - 12:15:55 WIB | dibaca: 2678 pembaca

AKARTA - Selain menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi,juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Jokowi mengaku, dia adalah tipe pengusaha yang tak takut bangkrut. Bahkan, saat memulai usahanya, mantan Wali Kota Solo itu tidak memiliki modal sama sekali.
 
Demikian disampaikan Jokowi ketika menjawab pertanyaan salah seorang mahasiswa STIKOM Interstudi, yang bertanya tentang nasib para pengusaha mikro.
 
"Jangan menunggu pembinaan pemerintah, jangan menunggu apa yang diberikan pemerintah. Masuk aja langsung kalau mau jadi pengusaha. Saya dulu juga waktu memulai enggak punya apa-apa. Enggak punya modal, enggak punya uang," kata Jokowi di STIKOM Interstudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2013).
 
Jokowi juga mengingatkan pentingnya kalkulasi yang diseimbangkan dengan kemampuan yang ada.
 
"Masalah yang diselesaikan sambil berjalan. Saya pernah 'kecebur sumur’, jurang juga pernah, tapi itu yang akan mematangkan kita. Ada peluang sekecil apapun, ambil!" pungkasnya.
 
Jokowi juga pernah membagi tips menjadi wirausaha sukses. Dia mengatakan, kiat sukses yang pertama yakni, inovatif dan kreatif, serta mampu melihat dan menangkap peluang.
 
Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja membuat Jokowi bertekad mengubah nasib. Paman Jokowi, Miyono, menceritakan, selepas SMA, Jokowi memilih jurusan Teknologi Kayu, Universitas Gadjah Mada.
 
Setelah lulus kuliah pada 1985, Jokowi memutuskan merantau. Selama dua tahun, dia bekerja di sebuah perusahaan BUMN di Aceh. Dia banyak belajar tentang dunia mebel hingga akhirnya memutuskan kembali ke Solo.
 
"Dua tahun Jokowi di Aceh selesai kuliah. Di Aceh Jokowi kerja di BUMN," jelas Miyono saat berbincang dengan Okezone, di rumahnya, RT 6/2, Gondang, Manahan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
 
Setelah berhenti, Jokowi ikut bekerja di perusahaan mebel milik Miyono. Saat itulah dia belajar tentang dunia permebelan. Dalam waktu singkat, Jokowi mampu mempelajari seluk beluk dunia mebel. Bahkan, berkat ketekunannya, ia mampu mendirikan perusahaan mebel sendiri. "Jokowi tidak mau menyia-nyiakan kakeknya yang telah rela ikut membiayai kuliahnya dengan menjual sapi. Itu yang membuatnya terpacu," katanya.
 
Dengan modal hanya tekad, Jokowi mulai merintis bisnis mebel. Jokowi terpaksa menggadaikan sertifikat tanah milik orang tua untuk mendapatkan modal. "Dari modal pinjaman bank ditambah pengalaman yang belum banyak,Jokowi memulai bisnisnya. Awalnya ya sulit. Tapi Jokowi tak gitu saja menyerah,"jelasnya.
 
Sembilan tahun lamanya Jokowi jatuh bangun merintis usaha bersama istrinya, mulai dari kecil dengan hanya memperkerjakan tiga orang karyawan. Berbagai model mebel berhasil diciptakan, hingga akhirnya Jokowi mencoba untuk ekspor.
 
"Perjuangan Jokowi jadi eksportir setelah dia mendapat bapak angkat dari Perum Gas Negara," paparnya.
 
Hingga akhirnya, tambah Miyono, Jokowi bisa melunasi utang-utangnya di bank. Metode manajemen pemasaran mebel yang diterapkan Jokowi, yaitu rajin ikut pameran. Hasilnya, dalam satu bulan sudah ada permintaan 18 kontainer.
 
"Awalnya Jokowi ikut pameran di Jakarta, terus merambah sampai Singapura dan akhirnya ke Eropa, Amerika Eropa Timur, dan Timur Tengah," jelasnya.
 
Menurut Miyono, lewat keponakannya tersebut dirinya berharap Jokowi memperhatikan para pengusaha kecil di Jakarta. Dia minta Jokowi menginat saat ia jatuh bangun dulu. "Jangan lupa dari mana Jokowi berasal. Perhatikan para rakyat kecil. Jokowi itu dulunya dari kecil, jangan sombong!" pungkasnya.

Sumber: okezone.com










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)